Disini, Di sekitar saya, mereka (juga) berjuang demi cinta.

Well, bab ”Disana, mereka berjuang demi cinta” yang sejak awal saya nulis resensi Rumahkayu di rumah sebelah yang memberikan kesan terdalam & terus terngiang2 manakala dee berkunjung ke rumah saya memberitahukan tentang kontes ini.

Okey, sebelumnya jangan komplain dulu dengan judul postingan sayah ini. Ada alasannya kok :D.

Begini ceritanya, saya baru saja pulang dari pertemuan dengan seorang teman dan mengambil buku ini.

Bercerita2 tentang komunitas, para pelaku dunia maya, etika milis, pendefinisian & standarisasi kata2 sifat seperti sukses, bermanfaat, emosional juga ga ketinggalan tentang konflik sebagai konsekuensi dari interaksi dengan pelaku dunia maya lainnya, sambil makan malam di Bubur ayam Cikini, lebih tepatnya lagi di lantai 3nya. dooh.. ancur sudah diet sayah yang tadinya berencana untuk skip makan malam.

Sebenernya saya masih blank tentang apa yang akan saya tulis, tapi saya tetep kekeuh akan mengambil bab ini untuk saya ulas. Akhirnya sepanjang perjalanan pulang di angkot, saya berpikir-mentok-baca2 lagi rumahkayu-berpikir-mentok-inget2 pembicaraan saya & teman saya tersebut-memejamkan mata-mentok-baca2 rumahkayu lagi nyari2 bab lain yang mau saya tulis- dan begitu terus,

Sampe akhirnya tiba saatnya saya turun dari angkot dan melanjutkan perjalanan dengan ojek. Lalu ?

Jadi…. karena saya belum pernah ke India *seperti yang dituliskan dalam bab ini*, saya cerita2 ajah beberapa contoh nyata dari sekitar saya ajah ya :D.

#1 Dia, sang wanita disana yang menjalin hubungan dengan sang lelaki selama 6 tahun, kemudian mereka break untuk sama2 introspeksi diri. Tiba2 sang lelaki menghubunginya. Sang lelaki memberitahukan kalau dia sangat merindukan sang wanita, tapi pada saat yang bersamaan dia dengan bangga memberitahukan bahwa dia sudah bersama dengan wanita lain.

Jadi : mengapa semudah itu berpaling?

#2 Tentang seorang teman, seorang wanita yang berulang kali putus-nyambung-putus-nyambung-putus dengan seorang kekasih yang sama dan bisa dibilang : hanya-dengan-lelaki-itu-dia-akan-menikah alias cinta matitititi. Berkali2 dia nangis2 bombai ketika mereka putus, tapi berkali2 juga dia luluh & menerima ajakan untuk menjalin cerita lagi walau sekarang akhirnya (masih) putus dan pupus harapan untuk bersanding dengan lelaki itu.

Jadi : mengapa tidak berusaha berjuang untuk bertahan ?

#3 Tentang sebuah film Indonesia yang beberapa waktu lalu saya tonton, yang ceritanya tentang seorang calon mempelai wanita yang sibuk mempersiapkan hampir semua persiapan pernikahannya seorang diri karena calon mempelai pria teramat sibuk dengan urusan pekerjaannya. Kedua calon mempelai ini ternyata sama2 berusaha menyelesaikan urusan masa lalu dengan mantan2 mereka.

Ketika sang mantan dari mempelai wanita ADA pada saat bantuan dibutuhkan ketika menyebarkan undangan pernikahan dan semuanya menjadi kembali terkendali. Sang mempelai pria pun juga tetap memberikan celah untuk mantannya entah disadari atau tidak.

Jadi : mengapa membiarkan diri untuk digoda atau menggoda di luar sana?

Konklusi : Tidak Berpaling, bertahan dan setia.

Itu yang dibutuhkan untuk saling mencinta.

Konklusi siapa? ya konklusi sayah dari contoh2 di bab ini beserta contoh yang saya berikan di atas :D.


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?


14 comments ↓

#1   Hariez on 01.30.10 at 00:36

Pertamaxxxx dulu …xixixixi :mrgreen:


harizz.. makasihh yaaa… huahahaha.. bener dugaan gua kalo lu masih beredar… bw yukks

#2   Hariez on 01.30.10 at 00:38

beughhh beurat euyyy hihihi…pernah juga sih ngalamin kaya gituh tapi Alhamdulillah semuanya hanya godaan :D

-salam-


untung cuma godaan riz, lagian udah ada malaikat kecil yang lucu, mo cari apa lagi? semua sudah tercukupi kan?

#3   anny on 01.30.10 at 10:33

Cobaan harus dihadapi tapi jangan coba coba tuk main api :)

setuju!!! selamat ya dikau menang :)

#4   kw on 01.30.10 at 11:57

cuman itu aja? gampang ya tapi kok masih aja banyak yang bubaran…. :)
bubaran? mungkin karena mereka gag baca buku rumah kayu :p

#5   Pradna Cahbagus on 01.30.10 at 17:18

Komen saya termodarasi? atau malah modar?
ulang ah :

hehe…akhirnya, menjelang detik2 akhir..

Cinta memang harus diperjuangkan
biar kate KJGK (Kalo Jodoh Gak Kemana)
karena kalau tidak disemai, dirawat dan ditumbuh-kembangkan, pastinya rumput tetangga lebih lebat…euh,lebih hijau

komen dikau kayanya modar, soale kaga ada yang komen yang masuk moderasi :D. hm.. setuju, apapun itu… ya cinta, ya rumput harus kudu disemai. selamat ya dikau menang

#6   how to ollie on 01.31.10 at 02:18

Good post… I’m always on the lookout for good blogs.

and have you found it?

#7   kuti on 01.31.10 at 16:59

uh, sebuah tulisan yang memancing perenungan….

hmmm… makasi banyak ya quinie…. ;)

You’re welcome, kuti. hohoho.. biasanya dee yang mampir kemarihhh

#8   divine on 01.31.10 at 16:59

hanya semudah itu memang kalau di pikir2 yaa :D

hanya soal godaan…tapi godaan itu sangat besar pengaruhnya lho :D

emberrr… makanya balik lagih ke kitanya

#9   rumahkayu on 01.31.10 at 22:05

hmm… jadi di sini dan di sana, cinta memang harus diperjuangkan ya?

thanks quinie… untuk tulisan ini… salam, d.~

iya dong.. segala sesuatunya harus diperjuangkan

#10   julie on 02.01.10 at 00:29

bagaimana kalo ikutan yang ini?
http://idana.blogdetik.com/2010/01/31/berbagi-cinta/

#11   vita on 02.01.10 at 07:30

quinie…
haha kita sama-sama terinspirasi oleh bab yang sama yaah :D
ho oh… tapi sayah gag menang :D

#12   Mas Ben on 02.01.10 at 10:17

Tidak Berpaling, bertahan dan setia.
Sementara godaan makin gencar mendera sanubari hahhaha.

Siippppppp deh :)
Mas Ben
http://bentoelisan.blog.com

teorinya sih begitu.. tapi entah implementasinya :p

#13   vany on 02.01.10 at 14:08

memang kadang2 bnyk org yg tdk bisa melupakan mantan ya, mbak…
termasuk saia jg siyh…hihihi

errrghhh ketauan deh :D

#14   Astaga.com lifestyle on the net on 02.07.10 at 01:46

Untuk saling mengerti memang butuh waktu.
Terkadang setelah kehilangan akan menyadari bahwa seseorang begitu berharga.

ho oh… penyesalan selalu dateng terakhir

Leave a Comment